KEUNTUNGAN EKOLOGIS BAKTERI

Posted by

KEUNTUNGAN EKOLOGIS BAKTERI


Keuntungan ekologis untuk bakteri dapat tetap berada dalam bentuk kelompok atau bersatu namun tidak selalu jelas.  Populasi bakteri ini menjadikan campuran bersatu membentuk flokulasi yang stabil di bawah suatu pengendalian keadaan yang tidak banyak diketahui. Sifat ini digunakan untuk menjernihkan air dalam pengerjaan air gorong (riol). Dalam sistem pengaktifan lumpur, sisa-sisa buangan dalam riol itu diudarakan secara aktif, kemudian dimasukkan dalam tangki pengendapan. Bakteri -bakteri didalamnya membentuk flokulasi dan mengendapkan ke dalam lumpur tersebut. salah satu dari bakteri yang turut dalam flukolasi ini adalah Zoogloea ramigera. Bakteri ini menghasilkan lendir yang berlebih untuk meletakkan sel-selnya dengan sel-sel bakteri lain supaya bersatu. Kapasitas yang membentuk flokulasi yang stabil ini dihubungkan dengan adanya polibetahidroksibutirat dalam sel-selnya.  Kejadian ini digunakan dalam usaha penyaringan air riol tingkat pertama. Dalam peristiwa ini, flokulasi itu melekat pada batu-batuan dan air flokulasi sehingga yang melalui ini seolah-olah melalu saringan karena akan melekatkan bahan-bahan angunan yang tersuspensi di dalamnya.

Pada ekosistem lain, keuntungan ekologis bakteri dapat ditemukan pada permukaan lumpur, terjadi hubungan yang sama seperti yang terjadi pada proses pengendalian lumpur. Pada hubungan hidup ini timbul keadaan anaerob yang sangat berdekatan dengan keadaan aerob. Potongan-potongan kecil bahan organik dikolonisasi oleh bakteri lain dan dipusat keseluruhan keluruhan kelompok ini akan cepat terjadi kehabisan oksigen yang dapat menyebabkan timbunya bakteri anaerob dalam lingkungan tersebut. 

Pada sistem yang terjadi di alam bebas yang terdapat bakteri, hal yang sangat mungkin untuk terjadi adalah adhesi,flokulasi dan produksi keadaan mikroanaerob adalah suatu urutan kejadian yang normal. Flokulasi itu pecah bila bakteri yang berada di pusatnya mulai mengalami kehabisan makan dan otolisis. Otolisis adalah proses perombakan  (penguraian) jasad mati oleh enzim yang terdapat dalam jasat itu sendiri tanpa intervensi bakteri atau organisme lainnya. Banyaknya hubungan antra bakteri dan lain-lain bentuk kehidupannya didasarkan pada kondisi makanan. Pada banyak ekosistem terjadi peredaran kembali (recycling) bahan-bahan makanan tersebut, misalnya fosfat dalam danau. Siklus (daur) yang sama juga terjadi dalam skala lebih luas di seluruh dunia dan dikenal sebagai siklus biogeologi. Siklus utamanya adalah unsur-unsur yang sangat berkaitan mengenai C, O, N, dan S. Aktivitas bakteri yang meliputi seluruh dunia itu dalam efeknya akan menentukan biosfer (semua unsur kehidupan) , litosfer ( daratan), hidrosfer (air laut dan air segar) dan atmosfer (udara). 
Gambar 1. Siklus karbon dan oksigen di alam

Gambar 2. Siklus nitrogen di alam


Keuntungan ekologis bakteri yang lain adalah terjadinya hubungan ekologi dengan nutrisi bakteri. Keadaan ini akan membawa penggolongan mkroorganisme itu dalam keadaan saprofit dan parasit. Mikroorgansme yang termasuk dalam golongan saprofit adalah golongan bakteri yang memperoleh karbonya dari persenyawaan organik yang kebetulan berada dalam cairan di lingkungannya ataupun berasal dari hasil buangan  dan sisa makanan organisme lain. Banyak di antaranya mengambil peranan penting sebagai pembersih kotoran dipermukaan dunia ini karena dapat menguraikan, menghancurkan zat-zat organik yang sudah mati. 

Sumber : 
Menguak Dunia Mikroorganisme, 2013


Demo Blog NJW V2 Updated at: 21.00

0 komentar:

Posting Komentar